[28/10 04.39] Syifaul Qolby: search Warta Nasional Daerah Internasional Risalah Redaksi Fragmen Seni Budaya Puisi Cerpen Esai Keislaman Ekonomi Syariah Shalat Thaharah Nikah/Keluarga Ilmu Hadits Zakat Jumat Tasawuf/Akhlak Jenazah Puasa Tafsir Warisan Ilmu Tauhid Fiqih Perbandingan Ramadhan Ilmu Al-Qur'an Ubudiyah Syariah Halaqoh Kolom Teknologi Khutbah Taushiyah Pesantren Doa Hikmah Ekonomi Pemberdayaan Tokoh Pustaka Opini Humor Bahtsul Masail Pendidikan Islam Quote Islami Riset Keagamaan Anti-Hoaks Lingkungan Ngobrolin Duit Tentang NU Penjelasan tentang Syirkah Abdan Penjelasan tentang Syirkah Abdan Khoiron, NU Online | Jumat, 26 Januari 2018 16:30 Dalam kitab Fathul Wahab, terbitan Daru al-Fikr: 1/255, Syeikh Zakaria Al-Anshory mendefinisikan syirkah abdan sebagai berikut: شركة أبدان بأن يشتركا أي اث...
FORUM BAHTSUL MASAIL EL-BAYAN ( FBME ) TAHUNAN KE 0 4 BendasariMajenangCilacapJawa Tengah Sekretariat : Jl. Ky. M. Syuhud No. 01 Bendasari Majenang Cilacap 53257 Telp. 085326229900 1. PP EL-Bayan Majenang ( Latihan Qurban dengan menarik iuran wajib ) A. Desk ripsi Masalah Menjelang Idul Adha tiba, ada beberapa masalah yang senantiasa mengemuka dan perlu mendapat perhatian. Diantara masalah tersebut, yaitu penyembelihan hewan Qurban di instansi-instansi tertentu. Kegiatan ini sangat marak, karena memang digalak kan oleh beberapa instansi, baik swasta maupun negeri. Dimana instansi tersebut mengharuskan anggotanya untuk mengeluarkan dana iuran dengan jumlah tertentu sesuai dengan keputusan instansi masing-masing. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membel i hewan Qurban sapi atau kambing dan sisanya masuk ke uang kas instansi. Alasan yang melatar belakangi perbuatan ini, yaitu melatih anggotanya untuk melaksanakan ibadah Qurban. B. Pertanyaan a....
Asal Mula Kata “Nahdlah” dan “Ulama” Di masa saat KH Hasyim Asy’ari hendak mendirikan organisasi ulama (belum bernama NU), beliau menyebut sebagai Jam’iyah Ulama, atau perkumpulan para ulama. Disaat para ulama berkumpul di Jl. Bubutan Surabaya tanggal 31 Januari 1926 atau 16 Rajab 1344 H, adalah Kiai Mas Alwi yang mengusulkan kata Nahdlatul Ulama. Sebelum berdirinya NU, kata Nahdlah (bangkit) sudah bukan sesuatu yang asing, misalnya ditemukan dalam Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan para saudagar) dan Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Negeri). Kiai Hasyim bertanya kepada Kiai Mas Alwi: “Mengapa Nahdlatul Ulama?”. Kiai Mas Alwi menjawab: “Sebab tidak semua ulama memiliki jiwa Nahdlah, kiai. Ada ulama yang sekedar diam di pondoknya saja, dan yang ada di dalam organisasi ini adalah ulama yang memiliki jiwa Nahdlah”. Kiai Hasyim Asy’ari menerima dan kiai-kiai yang lain menyetujuinya. Darimana kalimat Nahdlah dan Ulama? Menurut KH A...
Komentar
Posting Komentar